…..memanfaatkan potensi alam

NASIB BAMBU KITA

Elizabeth Widjaja, pakar bambu dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Penelitian Indonesia, dalam seminar “Bamboo for Modern Life” di Saung Angklung Udjo, Bandung (27/6) menyatakan bahwa sebanyak 30 – 40 persen dari 88 jenis bambu endemik Indonesia terancam keberadaannya.

“Saat ini di Indonesia tumbuh sekitar 160 jenis bambu. Sebanyak 88 jenis di antaranya endemis dan 30 – 40 persennya terancam punah. Bila dibiarkan, kepunahan itu kemungkinan besar akan terjadi 10 – 15 tahun ke depan,” paparnya.

Hal ini menurut Elizabeth disebabkan oleh alih guna lahan di habitatnya. Dimana habitat bambu banyak dialih fungsikan menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Misal nasib bambu buluh regen di Sumatera Utara dan bambu kuring di Jambi. Kedua jenis bambu ini kerap digunakan masyarakat sebagai bahan bangunan. Selain itu, ada Dendrochalamus buar yang banyak terdapat di Siberut, Sumatera Barat ; Fimbribambusa di Makassar, Sylawesi Selatan ; dan Dendrochalamus hait di Lampung. Bambu ini sering digunakan sebagai bahan bangunan dan kerajinan tradisional.

Selain pengalihan fungsi lahan yang membuat bambu kian berkurang dengan cepat, adalah maraknya penyelundupan ke luar negeri. Misal penyelundupan bambu di Yogyakarta ke AS. Di sana bambu dikembangbiakan dan dijual USD 1.000 per batang, kata Elizabeth.

Sungguh amat memprihatinkan karena pada kenyataannya masyarakat kita masih belum tahu banyak kelebihan bambu endemik kecuali hanya digunakan sebagai bahan bangunan yang dipandang tidak memiliki nilai ekonomis tinggi. Padahal bila diolah dengan alat tertentu, bambu bisa dijadikan bahan pakaian, papan bambu, atau bambu lapis yang memiliki nilai tambah tinggi secara ekonomis. Ia amat mengharapkan agar pemerintah mau memperhatikan hal ini, soalnya bila dibiarkan, keanekaragaman hayati bambu di Indonesia akan berkurang. Dan tentunya akan menjadi pukulan besar bagi upaya perlindungan alam negara kita.

Hal serupa juga disampaikan oleh Morisco, Kepala Laboratorium Teknik Struktur Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gajah Masa, Yogayakarta, menurutnya kegunaan bambu Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal. Arsitektur dan konstruksi bambu masih dianggap kuno meski kekuatannya tidak kalah dari baja. Bagi Morisco, jika direkayasa dengan benar, bambu bisa menjadi andalan bahan bangunan pengganti kayu yang semakin sulit didapatkan.

Sumber : Kompas, 29.06.2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: